Wednesday, August 19, 2015

Pengalaman merubah jadwal penerbangan Lion Air

Wednesday, August 19, 2015 0
Bulan Februari lalu, saya merencanakan liburan berdua suami ke Bali. Terakhir kami berdua ke Bali 5 tahun lalu. Setelah itu, kami lebih sering pergi ke Bali masing-masing, saya dengan tugas kantor, dia dengan tugas liputannya.
Saya merencanakan tanggal 25-27 September, 1 hari setelah lebaran Idul Adha. Ketika itu saya berpikir tepat sekali dengan ulang tahun pernikahan ke 6 kami. Dan belakangan saya sadar ulang tahun pernikahan kami bukan September tapi Oktober. Yang menikah tanggal 26 September itu kakak saya. Oalah,.. but it's okey. Tiket toh sudah di tangan, karena jaman sekarang cukup buka situs traveloka, klik sana klik sini, tiket sudah kebeli.
Pertengahan Agustus kemarin, kami berdua lewat di jalan Penghibur. Dari jalan Haji Bau, tampak baliho besar Soundrenaline 2015 di Garuda Wisnu Kencana Bali, tanggal 5-6 September. Artis yang meramaikan dari Burgerkill, Sheila on 7, Reunion Dewa 19, Gigi dan sederet artis besar lainnya. Wah, sayang sekali bukan di tanggal yang sama dengan rencana saya ke Bali.
Ah, saya pun berpikir kenapa tidak dirubah saja jadwal keberangkatan. Saya pun mengecek harga tiket di tanggal 5 September dan 7 September untuk tanggal pulangnya di situs yang sama, Traveloka. Harganya pun sama, hanya beda puluhan ribu. Kemudian, saya mencari tahu bagaimana cara merubah jadwal penerbangan apabila membeli tiket di Traveloka.Di dalam ketentuan dari Traveloka saya harus menghubungi call center maskapai yang terkait, yaitu Lion Air. Ada dua nomor yang diberikan agen traveloka pada saat saya bertanya lewat chat, yaitu 021-69738000 dan 0804-1-77-88-99.
Pertama saya menelpon ke 021-69738000, kesannya agak kurang ramah dari suaranya. Ketika saya menanyakan berapa biaya administrasi yang harus dibayar, dia bilang sekitar 150 rban per orang. Tapi, kemudian saya menanyakan kembali untuk jadwal pagi,  yang harus saya bayar sekitar 400rban per orang. Mungkin karena keberangkatan pagi harga tiketnya lebih mahal daripada malamnya. Saya belum okekan karena mau cocokkan dulu dengan harga yang tertera di situs traveloka.
Saya telpon kedua sampe keenam kali di dua nomor diatas, jawabannya selalu berubah-ubah, ada yang bilang dua ratus ribu per org, lima ratus ribu per org, dsb. Belum sempat saya bertanya lebih lanjut, telepon saya sudah putus di tengah pembicaraan. Ah, lama-lama emosi juga kalo kayak gini. Akhirnya, pada saat itu juga, padahal sudah jam 4 sore, di websitenya tertulis kantor lion air buka sampai pukul 04.30pm, saya berinisiatif ke kantornya di jalan Ahmad Yani Makassar. Syukurnya kantornya masih buka, dan disana cukup membayar 100rb per orang dan gak pake ribet!
So, pengalaman kali ini jadi lebih tahu gimana cara tepatnya merubah jadwal keberangkatan bila menggunakan maskapai lion air. Syukur dirubahnya sebelum 48 jam keberangkatan, bisa-bisa kena charge lebih besar. Dan lebih baik lagi bila langsung ke kantor pusatnya. See you, SOUNDRENALINE!

Thursday, July 16, 2015

Acer One 10, Tablet rasa laptop

Thursday, July 16, 2015 0
Berhubung laptop dari kantor yang saya gunakan keyboardnya rusak karena ketumpahan kopi, kerja pun jadi tidak optimal. Alih alih malas berdebat (sifat dasar phlegmatis-red) dengan bagian aset di kantor, saya pun membeli keyboard eksternal. Keyboardnya dari bahan plastik dan ada kabel usb untuk berkoneksi dengan laptop. Harganya cukup murah, hanya sekitar 80ribuan.




Awalnya, saya masih beradaptasi menggunakan keyboard macam ini. Tapi ternyata banyak kesalahan ketik (typo) karena tutsnya yang agak susah ditekan. Akhirnya saya menyerah. Saya mengajukan permintaan di bagian aset kantor untuk penggantian laptop, dan Alhamdulillah yaa diterima :)))

Pilihan saya jatuh di Acer One 10, laptop dengan gaya tablet karena touchscreen dan monitornya dapat dilepas dari keyboardnya. Ukuran kecil, 10 inci jadi cukup ringan dan mudah dibawa dalam tas jinjing.

                                                                    (photos by: oketekno.com)
 
Kelebihan yang lain, ada kamera depan dan belakang. Walaupun pixelnya tidak seberapa, hanya 0,3 MP untuk kamera depan dan 2MP untuk kamera belakang. Penggunaan microusb charger sebagai sumber pengisian baterai, membuat kita bisa leluasa mencharging menggunakan charging smartphone ataupun powerbank. Harganya pun sangat terjangkau dengan performa dan kapasitas yang mumpuni.

Kekurangan yang didapati selama pemakaian; kabel charger yang kurang panjang, jadi mau tidak mau harus sedekat mungkin dengan colokan. Apabila baterai empty, butuh waktu sekitar 5 menit lagi untuk laptop nyala kembali setelah dicharge. Tidak sama dengan laptop pada umumnya, yang langsung nyala bila dicharge.

Mudah-mudahan laptopnya awet yaa....and moga2 gak ada cerita lagi laptop ketumpahan kopi :))
 
◄Design by Pocket