Wednesday, January 30, 2008

Review of This Month

Wednesday, January 30, 2008 1
Yang jadi favoritku bulan ini,,

9 Januari..,it's my birthday!! Seistimewa seperti tahun sebelumnya. Merayakan hari jadi dengan sang terkasih dan teman2 : dian, titin, bale, nawir n rudi. Dari ditodong traktir berkaraoke sampai makan pisang epe' di pinggir pantai Losari jam 01.00 pagi..(duh padahal udah lewat tgl 9 niih,..!!)

Lagu favorit,
Menjaga Hati -- Yovie & the Nuno " Aku tak’kan bisa,menghapus diri mu,meski ku lihat kini kau diseberang sana"
Rossa -- Ayat-ayat cinta "
maafkan bila ku tak sempurna.cinta ini tak mungkin ku cegah .ayat-ayat cinta bercerita.cintaku padamu"
James Blunt -- Goodbye my lover "
My heart was blinded by you.I've kissed your lips and held your hand.Shared your dreams and shared your bed.I know you well, I know your smell.I've been addicted to you"
Shayne Ward -- Breathless "And if we had babies they would have your eyes.I would fall deeper watching you give life.You don’t even know how very special you are"

Film f
avorit,
Dari sekian fi
lm yang saya tonton bulan ini, mungkin MR.Brooks lah yang jadi favorit. Film thriller yang cukup menegangkan ini diperankan oleh Kevin Costner dan Demi Moore. Film ini saya tonton (21 / 01) bareng klub jomblo (hehe..klub berasas patah hati).



Sms favorit,
9 Januari, 00.09 Slamat ulang tahun syg,..


Monday, January 28, 2008

Jenderal Besar itu telah tiada

Monday, January 28, 2008 1
Jenderal besar itu kini telah tiada. Minggu (27/01), tepat pukul 13.10 WIB, di RSPP, tempat terakhir ia dirawat.
Senin (28/01), semua mata dunia tertuju pada prosesi pemakamannya. Prosesi militer maupun prosesi adat Jawa. Dimulai dari Cendana, kediamannya hingga Astana Giri Bangun
, tempat beliau dimakamkan. Bahkan, jalan -jalan yang dilewati jenazah Soeharto sesak dipenuhi masyarakat untuk memberikan penghormatan terakhir.
Untuk mengenang beliau, pemerintah menetapkan hari berkabung nasional selama 7 hari dan wajib mengibarkan bendera setengah tiang.
Selamat Jalan, Pak Harto..
Semoga beliau tenang di sisi -Nya..

Sumber foto : bbcindonesia.com

Wednesday, January 09, 2008

Episode Terakhir Republik Mimpi

Wednesday, January 09, 2008 1


Kris Biantoro menutup layar itu lewat suara merdunya. Lagu lawas "Mungkinkah" mengakhiri perjalanan panjang Republik Mimpi.

Tak biasanya, Minggu (6/1) tayangan Republik Mimpi tidak dihadiri oleh wakil Presidennya, si JK alias Jarwo Kwat. Kabarnya, si JK sedang menghadapi masalah hukum. Jarwo telah dijadikan tersangka atas tuduhan penipuan dan penggelapan uang sebesar 200 juta. Ia dilaporkan oleh rekan bisnisnya bernama Alex Tjokrorahardjo, terkait dengan pembayaran cek kosong Juni silam.

Sebagai bentuk dukungan terhadap masalah ini, Effendi Ghazali selaku pemeran penasihat kepresidenan, menyatakan bahwa malam itu merupakan episode terakhir Republik Mimpi. Effendi dan rekan-rekan pendukung acara yang lain yakin bahwa Wapres JK tidak bersalah dalam kasus ini. Hal ini mereka yakini berdasarkan beberapa bukti yang ada.

***
Republik Mimpi, tayangan parodi politik yang disiarkan Metro tv setiap Minggu malam. Acara ini sebenarnya bukan pertama kali di pertelevisian Indonesia. Acara yang serupa pernah dikemas Indosiar. BBM, Baru Bisa Mimpi judulnya. Dipandu oleh Denny Chandra, menghadirkan Alm. Taufik Savalas sebagai presiden dan Ucup Kelik sebagai wakil presiden. Effendi Ghazali juga berperan dalam acara ini, sebagai ahli komunikasi.

Banyolan yang segar dan konyol dari presiden dan wapres bbm membuat acara ini sempat mendapat rating yang tinggi. Namun, entah kenapa, acara ini terpecah dua. (Belakangan saya tahu, terjadi perselisihan anntar mereka). Alm.Taufik Savalas
tetap mempertahankan acara ini di Indosiar, berganti nama Istana BBM. Dan Effendi Ghazali membuat acara serupa, kantor Berita Republik Mimpi, News Dot Com.

Dalam perjalanannya, News Dot Com lah yang paling banyak mencuri hati pemirsa. Menghadirkan Si Butet Yogya (SBY) sebagai presiden, Jarwo Kwat sebagai WaPres, Suharta sebagai Soeharto, Megakarti sebagai Megawati, Gus Pur sebagai Gus Dur, si Guru Bangsa, Anya Dwinov sebagai Sekretaris Republik Mimpi, Effendi Ghazali sebagai penasihat kepresidenan sekaligus kepercayaan Wapres, dan beberapa pemeran pendukung lainnya.

Bukan saja celotehan dan spontanitas dari pemeran News dot com yang kocak, namun wajah dan suara yang mirip dengan tokoh aslinya mampu menghadirkan komedi yang segar. Belum lagi, sentilan dan sindiran terhadap kebijakan pemerintah kita, mampu dihadirkan dalam cara yang "kreatif". Nyelekit tapi menggelitik.

***
Acara yang menarik, di tengah-tengah acara televisi yang kian kurang "kreatif". Dari sinetron hingga tayangan mistik yang tidak mendidik. Sayang sekali, bila harus dihentikan. Mudah-mudahan, sang Wapres JK bisa mendapat keadilan dalam kasusnya. Agar ocehan kocak dari Gus Pur , Gitu aja kok repot, atau kata Relevan dan Signifikan dari JK bisa dinikmati kembali.


 
◄Design by Pocket